TINJAUAN SENI
1. Batasan Pengertian Tinjauan Seni
Kata tinjauan memiliki arti “hasil meninjau; pandangan; pendapat (sesudah menyelidiki, mempelajari, dsb.); dan perbuatan meninjau” (Moeliono, djp., 1990: 951; Poerwadarminta, 1991: 1078). Ketika kata tinjauan tersebut dirangkaikan dengan kata seni rupa, pengertiannya menjadi lebih khusus yaitu pandangan, pendapat, tafsiran, perenungan, ataupun pengamatan terhadap seni rupa. Tinjauan Seni Rupa merupakan kegiatan meninjau atau mengadakan penelitian terhadap latar belakang penciptaan karya seni, ide terciptanya karya seni, konsep, perwujudan dan tekhnis serta konten yang disodorkan kepada individu maupun masyarakat luas.
2. Ruang Lingkup Bahasan Tinjauan Seni
Meninjau seni memerlukan latar belakang pengetahuan tentang berbagai hal yang berkaitan dengan keberadaan seni. Meninjau, menimbang, dan menafsir seni, baik berupa konsep maupun karya, mesti berurusan dengan masalah rasa, pikir, dan kondisi lingkungan yang melatarbelakangi tampilan seni. Seseorang, sebagai individu yang unik, memiliki tanggapan rasa yang berbeda dengan individu yang lain. Mengupas seni Barat berarti harus menyertakan pertimbangan-pertimbangan tentang latar belakang pikiran Barat. Begitu pun ketika akan membahas seni Timur, misalnya seni Indonesia.
Misalnya dalam menanggapi objek manusia, seorang Dani di Irian Jaya dengan seorang Pigmy di Afrika, sekalipun sama-sama berlatar belakang kehidupan primitif, akan memiliki cara pandang yang khas masing-masing. Begitu pun seorang Van Gogh di Belanda dengan Affandi di Indonesia, sekalipun melukis dengan gaya yang hampir sama pada periode lukisan tertentu, mereka tetap menunjukkan perbedaan sebagai individu. Idealisasi manusia gaya Yunani dengan gaya wayang kulit dan golek sangat jauh berbeda. Padahal, yang digambarkan adalah tokoh-tokoh pahlawan, satria, atau dewa.
3. Batasan Pengertian Seni
Istilah seni banyak digunakan dalam berbagai bidang kajian. Pengertian kata tersebut memiliki arti yang berbeda-beda, Jika ingin mencari definisi kata tersebut secara umum, kita bisa melihatnya di kamus umum, jika ingin mencari definisi secara khusus maka kita mencarinya di kamus seni. Dalam buku Seni Budaya, pengertian seni lebih terarah kepada batasan-batasan yang melingkupinya. Ada beberapa batasan seni menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia.
- “Seni adalah keahlian membuat karya yang bermutu (dilihat dari segi kchalusannya, keindahannya, dan sebagainya) ” (KBBI: 816) dan dalam KUBI “kecakapan membuat (menciptakan) sesuatu yang elok-elok atau indah” (KUBI:916)
- Seni merupakan karya yang diciptakan dengan keahlian yang luar biasa, seperti lukisan dan ukiran.
- Seni adalah kesanggupan akal untuk menciptakan sesuatu yang bernilai tinggi (luar biasa)
Menurut Ki Ilajar Dewantara, seni adalah segala perbuatan manusia yang berasal dari segenap perasaannya dan bersifat indah sehingga menggerakkna jiwa perasaan manusia.
Dalam Ensiklopedia Indonesia mempunyai batasan, yaitu segala pencitaan hal atau benda sehingga menimbulkan keindahan. Dengan begitu, orang senang melihat atau mendengarkan. Salah satu catatan yang perlu mendapat perhatian khusus adalah yang ditulis dalam Dictionary of the Arts (1951). Disebutkan bahwa seni (art) harus memiliki jalinan yang sangat erat dengan penikmat, lingkungan manusia, masyarakat yang sudi menerimanya. Kecakapan, keahlian (the skill), kemahiran, cara (technique), atau kecerdikan (manipulation) yang tersusun dan dapat disampaikan, serta membawa nilai budaya, merupakan makna yang terkandung dalam pengertian seni.
4. Ruang Lingkup Bahasan Kesenian dan Contohnya
Seni banyak macamnya. Kenekamacaman seni, kemudian disebut kesenian, pada kenyataannya berkaitan dengan neka media ungkap yang digunakan. Secara umum, berdasarkan neka media itu, kesenian dikenal terdiri atas lima cabang. Kelima cabang kesenian tadi disebut secara berbeda sejalan dengan perbedaan alat ungkap yang dipilih oleh masing-masing seniman. Seorang seniman yang tersentuh hatinya oleh suatu objek tertentu, katanlah disentuh oleh rasa senang, rasa senang itu akan dikonkretkan menjadi karya seni melalui media tertentu.
Masing-masing cabang kesenian memiliki ranting-ranting yang banyak. Setiap ranting pun memiliki tangkai yang beragam. Dan, pada kenyataannya, kesenian adalah sebuah dahan dari pohon unik kebudayaan yang memiliki banyak ranting. Akar pohon kebudayaan adalah sistem gagasan yang menjadi sumber tenaga bagi batang kompleks kegiatan, kemudian tenaga itu diedarkan kepada seluruh dahan hasil karya manusia.
Misalnya, rasa senang yang dinyatakan lewat media rupa melahirkan sebutan seni rupa; lewat media suara memunculkan seni suara atau seni musik; lewat media gerak menghasilkan seni tari; lewat media bahasa memungkinkan lahir seni sastra; dan lewat gabungan media rupa-suara-gerak-bahasa menjadi seni pentas, seni teater.
5. Pengertian Seni Menurut Para Ahli
- Pengertian seni menurut pada ahli Indonesia
1. Ki Hajar Dewantara
Menurut Ki Hajar Dewantara, Seni merupakan perbuatan manusia yang timbul dari perasaannya dan bersifat indah, sehingga dapat menggerakkan jiwa perasaan manusia. Perbuatan manusia yang dapat menimbulkan perasaan indah juga dapat dikategorikan sebagai sebuah seni.
2. Achdiat Kartamihardja
Achdiat Kartamihardja menjabarkan pengertian Seni adalah kegiatan rohani manusia yang merefleksikan realitas ke dalam suatu karya. Bentuk dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman tertentu dalam batin penerimanya.
3. Dr. Sujoko
Pengertian Seni mempunyai cakupan yang cukup luas. Seni merupakan kemahiran dalam membuat dan melakukan sesuatu yang dipakai sebagai perangsang pengalaman estetik yang memuaskan. Yang dimaksud kemahiran bukan hanya sekedar membuat dan melakukan, tetapi juga harus memuaskan. Sedang memuaskan tidak harus indah, dapat juga menegangkan, mengharukan, menyedihkan, menggalakkan dan sebagainya.
4. Drs. Sudarmaji
Menurut Drs. Sudarmaji, pengertian seni adalah segala manifestasi batin dan pengalaman estetis dengan media garis, warna, tekstur, volume, dan ruang.
5. Sartono Kartodirdjo
Menurut Sartono Kartodirdjo, seni merupakan sebuah sistem yang koheren karena dapat menjalankan komunikasi secara efektif, yaitu melalui satu bagian seni yang dapat menunjukkan maksud secara universal.
- Pengertian seni menurut para ahli luar negeri
1. Alexander Baum Garton
Alexander Baum Garton berpendapat bahwa seni adalah segala bentuk keindahan yang memiliki tujuan positif, untuk menjadikan penikmat seni merasa bahagia.
2. Al-Ghazali
Al-Ghazali berpendapat bahwa pengertian seni adalah hasil kerja yang dilahirkan jiwa dan rasa manusia, sesuai dengan fitrahnya. Seni merupakan keindahan yang akan menghubungkan seorang penikmat seni menuju perasaan bahagia, atas dasar keterikatan emosional dari penciptaan sebuah karya seni.
3. Plato, Lessing, dan J.J. Rousseau (Naturalisme)
Seni pada hakikatnya adalah peniruan alam dengan segala segi-seginya. Teori ini beranggapan bahwa seni yang baik adalah yang mendekati bentuk alam (natural).
4. Thomas Munro (Amerika)
Seni adalah alat buatan manusia untuk menimbulkan efek-efek psikolgis atas manusia lain yang melihatnya. Efek-efek tersebut mencakup segala tanggapan yang berwujud pengamatan, imajinasi, pengenalan, yang rasional maupun emosional.
5. Aristoteles
Seni adalah peniruan bentuk alam. Namun tidak sekedar itu, pencipta harus menyertakan idenya untuk menambah keindahan seni melebihi alam nyatanya. Teori ini didasari oleh pendapat naturalisme yang dipengaruhi oleh kesenian Yunani Kuno.
6. Batasan Pengertian Seni Rupa
Menurut Wikipedia, Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika. Sedangkan menurut senirupa.id, Seni rupa adalah cabang seni yang diungkapkan dan diciptakan melalui media rupa (visual) yang tentunya dapat dilihat oleh mata dan biasanya dapat pula dirasakan melalui rabaan. Intinya, wujud rupa adalah penghantar utamanya bagi cabang seni ini, bukan suara seperti pada seni musik, atau gerakan tubuh pada seni tari. Dari pengertian tersebut kita dapat melihat kesamaan yaitu seni rupa membentuk karya seni dengan melalui media visual yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan.
7. Ruang Lingkup Bahasan Seni Rupa
Banyak juga buku teori seni rupa Barat yang membahas seni rupa tanpa membedakan “major art-minor art; pure art-applied art; atau seni murni-seni terap”. Buku berpola bahasan “utama-remeh” lebih kuat pengaruhnya kepada para pelaku-seni kota. Mereka mengikuti apa yang berkembang di Barat, meniru dan menerapkannya dalam pola berpikir keseharian mereka. Buku yang berisi bahasan yang sungguh-sungguh tentang “seni yang dianggap remeh”, lebih banyak menggunakan pendekatan antropologis dan sosiologis. Dalam pendekatan antropologis maupun sosiologis, karya seni rupa secara keseluruhan dipandang sebagai hasil kegiatan manusia yang sama pentingnya. Tidak ada karya seni rupa yang dianggap lebih penting daripada yang lain.
Beberapa karya seni rupa dari Jawa Tengah (di sini tidak akan disebut sebagai seni rupa Indonesia, karena pada pameran tersebut tidak semua jenis karya seni rupa Indonesia terwakili) ikut ditampilkan dalam pameran ini. Karya seni rupa tersebut hanya terdiri atas sejumlah kain sarung (ditampilkan terbanyak) dan beberapa motif batik. Sarung dan motif batik tersebut merupakan hasil pinjaman dari salah satu museum di Belanda. Yang menarik perhatian, di antara sejumlah nama staf ahli pameran ini, terselip nama seorang Indonesia dan seorang lagi diperkirakan warga Belanda keturunan Indonesia: Surya Brata (ahli musik dari Jakarta) dan Alit Velduessen Djajasoebrata (mewakili Rotterdam).
Seni adalah bagian dari kehidupan. Seni tak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Demikian yang dikemukakan oleh Herkovits dalam Cultural Anthropology (1955: 234). Antropolog mendekati seni rupa dari sisi bentuk, teknik pembuatan, motif hias, dan gaya (Koentjaraningrat, 1990: 380).
8. Karangan Pendek Tentang Seni, Kesenian, Seni Rupa, dan Ruang Lingkupnya
Seni adalah sebuah karya manusia yang dibuat berdasarkan ide gagasan sehingga memiliki nilai estetik dan mampu mempengaruhi perasaan orang lain. Herbert Read dalam The Meaning of Art (1931) mengungkapkan secara sederhana seni adalah suatu usaha untuk menciptakan bentuk-bentuk yang menyenangkan. Bentuk yang menyenangkan tersebut memuaskan kesadaran keindahan manusia. Rasa indah akan terpenuhi bila manusia menemukan kesatuan atau harmoni dari hubungan bentuk-bentuk yang diamati. Singkatnya, keindahan adalah sesuatu yang dapat menimbulkan rasa senang dan seni adalah keindahan. Dengan demikian apa yang diungkapkan atau diekspresikan yang timbul dari suasana hati, perasaan, pikiran dan jiwa adalah ungkapan seni.
Kesenian adalah salah satu bagian dari kebudayaan yang dikagumi karena keunikan dan keindahannya. Kesenian merupakan hasil karya seni manusia yang mengungkapkan keindahan serta merupakan ekpresi jiwa dan budaya penciptanya. Kesenian merupakan bagian dari budaya dan sarana yang digunakan untuk mengekpresikan rasa keindahan dari dalam jiwa manusia, keindahannya juga mempunyai fungsi lain. Seni rupa adalah suatu cabang seni yang menghasilkan karya seni dimana bentuk dan kualitasnya dapat dirasakan oleh indera manusia, kususnya indera penglihatan dan indera peraba. Jadi seni rupa lebih menuju keindahan visual dibandingkan daripada keindahan indera yang lainnya. Secara kasar seni rupa jika diterjemahkan ke Bahasa Inggris adalah fine art. Namun seiring berkembangnya seni modern artifine art lebih condong ke seni rupa murni dan kemudian menggabungkannya dengan desain dan kriya ke dalam bahasan visual arts.

Komentar
Posting Komentar